Pages

Subscribe:

Labels

Tampilkan postingan dengan label Ilmu Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Tauhid. Tampilkan semua postingan

IMAN

A. PENGERTIAN IMAN
           
             Secara bahasa , iman berarti membenarkan (tashdiq), sementara menurut istilah adalah ”mengucapkan dengan lisan, membenarkan dalam hati dan mengamalkan dalam perbuatannya”. Adapun iman menurut pengertian istilah yang sesungguhnya ialah kepercayaan yang meresap kedalam hati, dengan penuh keyakinan, tidak bercampur syak dan ragu, serta memberi pengaruh bagi pandangan hidup, tingkah laku dan perbuatan sehari- hari.
            Kata Iman di dalam al-Qur’an digunakan untuk arti yang bermacam- macam. Ar- Raghib al- Ashfahani, Ahli Kamus Al- Qur’an mengatakan bahwa kata iman didalam al- Qur’an terkadang digunakan untuk arti iman yang hanya sebatas di bibir saja padahal hati dan perbuatanya tidak beriman, terkadang digunakan untuk arti iman yang hanya terbatas pada perbuatan saja, sedangkan hati dan ucapannya tidak beriman dan ketiga kata iman terkadang digunakan untuk arti iman yang diyakini dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dalam perbuatan sehari- hari.
~ Iman dalam arti semata-mata ucapan dengan lidah tanpa dibarengi dengan hati dan perbuatan dapat dilihat dari arti QS. Al-Baqarah (2) ayat:8-9,yaitu:




Keyakinan Adanya Tuhan


Keyakinan adanya Tuhan

Keyakinan – keyakinan manusia tentang adanya tuhan itu ada, karena kekaguman manusia terhadap segala yang ada di dunia ini. Selain itu dengan diturunkannya Nabi dan Rosul serta Wahyu, sehingga manusia percaya tentang adanya Tuhan. Beberapa keyakinan tentang adanya tuhan, antara lain :

1) Polytheisme (Mempercayai adanya banyak Tuhan) : Keyakinan awal manusia tentang adanya Tuhan, mereka berfikir bahwa mana mungkin segala yang ada di jagad raya ini diatur oleh satu Tuhan. Mereka berfikir pasti jagad raya ini diatur oleh banyak Tuhan, dan pasti Tuhan tidak mampu untuk mengatur jagad raya ini sendirian. Keyakinan ini merupakan keyakinan yang timbul karena keterbatasan akal manusia, dan ini merupakan keyakinan yang tidak benar.

Dinamisme dan Animisme


Kepercayaan Dinamisme dan Animisme

A) Dinamisme
Kepercayaan bahwa segala benda, baik benda hidup ataupun benda mati, memiliki kekuatan gaib. Dan kekuatan gaib itu akan memberi suatu pengaruh gaib pada suatu hal yang ada di sekitar. Kepercayaan ini timbul karena adanya suatu kejadian – kejadian atau cerita tentang suatu kehebatan luar biasa, yang tidak bisa ditafsirkan dengan akal atau ilmu pengetahuan.

B) Animisme
Kepercayaan bahwa segala yang hidup memiliki roh. Dan juga bahwa segala makhluk hidup yang sudah mati itu rohnya masih ada di sekeliling kita. Dan juga kepercayaan bahwa roh – roh itu memiliki kekuatan yang luar biasa. Mempercayai juga dengan adanya makhluk lain yang tidak Nampak, dan tidak menempel pada tubuh layaknya manusia. 

Asal -Usul Agama

ASAL-USUL AGAMA

Berbagai pandangan bagaimana Agama timbul, antara lain :


1)Agama timbul karena adanya rasa takut dalam diri sehingga memberikan suatu
penghormatan (sesajen) pada yang diyakini memiliki kekuatan yang menakutkan.
2)Agama berasal dari nenek moyang kita yang melakukan pembunuhan. Setelah itu dia
khilaf dan memberikan penghormatan pada arwah seseorang yang telah dibunuh.
3)Agama menurut pakar - pakar Islam berasal dari penemuan manusia dalam
kebenaran, keindahan, dan kebaikan. Sehingga manusia berfikir pasti ada
kekuatan Yang Maha Dahsyat yang menciptakan ini semua. Dan mereka melakukan
Penyembahan kepada yang memiliki kekuatan Maha Dahsyat tersebut.
Yaitu Allah SWT.

Agama


AGAMA


Pengertian Agama

Agama secara asal usul kata adalah
Agama berasal dari bahasa Sankskerta, yang artinya haluan, jalan, kebaktian pada Tuhan.
Agama biasa juga diartikan A=Tidak, GAMA=Kacau Balau. Jadi agama adalah tidak kacau balau atau teratur

Sinonim dari Kata Agama :


1)(AD-DIIN) menurut bahasa Arab artinya Tatanan Hidup. Agama yang disebut
sebagai AD-DIIN hanyalah Islam. Secara umum tatanan hidup itu terdiri dari
4 perkara :